Senin, 16 Januari 2017

Memory in Dota 2 Final Batlle Pass Boston Major



Valve strategy to ensure the e-Sports scene that is healthy for their flagship competitive game - DOTA 2 seems to be working. No longer just rely on The International as a major tournament is pursued every year, they began to divide it into several large level tournament called "The Major". And this time, the heat of competition brought to US soil again through Boston Major. Battle to be interesting because he became a proving ground for some of the new teams and the giants are now filled with a different roster. And for the umpteenth time, OG is the dominator for events like this.





Having managed to subdue two events of the previous Major - Frankfurt and Manila, OG again become a champion for the Boston Major in 2016 and is entitled to the main prize - USD 1,000,000. They managed to subdue Ad Finem 3-1 with the final round super fantastic, even enough to make fans of DOTA 2 wherever standing on their seats, especially in the third game. The final round is not only made a lot of personality DOTA 2 immediately reacted on Twitter, but also IceFrog "down the mountain" to convey congratulations.

Minggu, 15 Januari 2017

Demi masa


AWAL KISAH
Kini aku berdiri di depan gedung yang tinggi, disini lah nantinya aku akan menyandarkan mimpi ku, ya di sebuah sekolah, kampus namanya. usiaku memang sudah 19 tahun, tapi aku baru bisa kuliah, semuanya karena kondisi keuangan yang terpuruk 2 tahun ini dan juga mata hati ku belum terbuka untuk berfikir maju dan terbuka.
Nama ku Vian Ananta panggil saja aku vian, aku anak baru di kampus ini sama seperti teman-teman ku yang lain, entah bagaimana caranya aku bisa masuk di universitas ini, tapi aku yakin aku mampu untuk bersaing.
Pruittt, suara peluit terdengar, itu dari kakak tingkat ku, entah dengan sebuatan apa aku memanggilnya, kakak atau panggil nama. Mereka masih seumuran dengan ku. Kami dibariskan di lapangan nama kami dipanggil satu persatu menuju kelompoknya masing-masing kami di suruh duduk di bawah pohon rindang, kami maju satu persatu memperkenalkan diri dan ditanya banyak hal setiap anak berbeda pertanyaan, aku giliran yang terakhir aku maju ke depan memperkenalkan diri
“nama saya vian ananta panggil saja saya vian hobi saya tersenyum, cita-cita saya merubah sikap buruk dari seseorang. lahir di malang, 18 agustus 1992, terima kasih”
“emh… vian, hal yang paling berkesan menurut kamu apa?” Kakak tingkat ku bertanya
“hidup ku” jawab ku
“kenapa?” kaka
... baca selengkapnya di Demi Masa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wiro Sableng #167 : Fitnah Berdarah Di Tanah Agam

Wiro Sableng #167 : Fitnah Berdarah Di Tanah Agam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK

UNTUK beberapa lama nenek berjuluk Si Kamba Mancuang Tangan Manjulai masih memegangi kain putih yang muncul secara tidak terduga dalam keadaan tergulung pada sebatang potongan bambu dan menancap di tanah, sementara beberapa tokoh silat yaitu Ki Bonang Talang Ijo, Perwira Muda Teng Sien, Pandeka Bumi Langit Dari Sumanik dan Tuanku Laras Muko Balang yang ada di situ memperhatikan. Di atas kain putih terdapat tulisan yang memberi tahu bahwa orang yang membunuh Duo Hantu Gunung Sago Si Kalam Langit adalah Wiro, yang disebut sebagai pemuda Jawa berambut panjang, berjuluk Pendekar 212 Wiro Sableng.
Setelah ditanggalkan dari batang bambu si nenek akhirnya serahkan kain putih pada Ki Bonang Talang Ijo, tokoh silat dari tanah Jawa yang bertindak selaku pimpinan pencarian kupu-kupu batu giok yang lenyap secara gaib dari tempat asalnya di Kotaraja Kerajaan Tiongkok.

"Ki Bonang, baca tulisan ini. Aku ingin tahu ba
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #167 : Fitnah Berdarah Di Tanah Agam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 12 Desember 2016

BUKTI KEKEJAMAN MYANMAR DAN BUDHA TERHADAP UMAT MUSLIM ROHINGYA


Burma, nama resmi negaranya adalah Republic Uni Myanmar, salah satu negara ASEAN yang berbatasan dengan china (sebelah Timur Laut), India dan bangladesh (sebelah Barat Laut, Laos dan Thailand (sebelah Timur), dan teluk Bangghali/Bengal dan samudra Hindia (sebelah selatan). Penduduk Burma terdiri dari banyak suku dan bahasa. Mayoritas mereka berbicara dengan bahasa burmaniyyah dan orangnya disebut Burman, sementara sisanya berbicara dengan bahasa yang macam-macam. Diantara etnis yang menjadi penduduk Burma adalah Arakan. Mereka tinggal di bagian selatan dari dataran tinggi Arakan Burma. Juga ada etnis Kasyin. Di tempat yang terpencil, diantara etnis inilah Islam berkembang sejak zaman sahabat Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-, 1400 tahun yang lalu. Sebab Islam masuk disana dibawa oleh Waqqash bin Malik t dan sejumlah para Tabi’iin.
Umat Islam terus berkembang di Arakan hingga sekarang berjumlah sekitar 10 juta, 75-90% dari penduduk Arakan dan 20% dari keseluruhan penduduk Republik Kesatuan Myanmar.
Namun tahukah Anda bahwa umat Islam di Arakan dibantai oleh negaranya sendiri? Dibantai oleh umat Budha atas restu pemerintah? Umat Islam dianggap pendatang di tanah airnya. Akhirnya mereka diperlakukan seperti budak, dihina, dirampok, diusir, dibakar rumahnya, diperkosa wanita muslimahnya, diburu dan dibantai seperti hewan?


Tahukan anda, sejak kapan kekejaman dan kejahatan ini berlangsung?
Kejahatan ini sudah berlangsung selama dua abad lebih. Ya, sudah berlangsung 228 tahun! Terutama sejak 73 tahun yang lalu.
Baiklah, kali ini kita sampaikan beberapa bukti kekejaman, penyiksaan, pemerkosaan, pembakaran, pebunuhan, pengusiran dan kejahatan lainnya. Mohon maaf jika di video-video ini ada adegan-adegan kekejaman atau hasil dari kekejaman, ini semua terpaksa kami sampaikan mengingat banyak orang yang tidak percaya dengan berita derita Rohingnya. Oleh karena itu jika Anda jantung lemah maka kami sarankan tidak perlu membuka video-video ini, cukuplah bagi Anda penjelasannya. Berikut sebagian bukti kekejaman Umat Budha dan negara Myanmar terhadap umat Islam Rohingnya:



Akhirnya Pria Pelaku Teror Bom di Java Mal Ditangkap Oleh Kepolisian POLRESTABES SEMARANG

SEMARANG - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menangkap seorang pria pengangguran yang diduga jadi pelaku teror bom dengan sasaran Java Mal Semarang. Pria tersebut bernama Norman Dwiantoro (48) warga RT02/RW01 Kelurahan Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Penyidikan polisi, pria tersebut sudah 4 kali meneror Java Mal mulai September hingga Desember 2016.
Caranya dengan menelepon resepsionis, mengabarkan jika dia sudah memasang bom dan sebentar lagi akan meledak.



Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, menyebut pelaku ditangkap pada Senin (12/12/2016) sekira pukul 03.00 WIB di rumahnya. "Terakhir ancaman terjadi pada Selasa 6 Desember 2016 pukul 12.44 WIB," kata Abiyoso.

Aksi pelaku ini tentu membuat resah dan takut. Polisi, pada 4 kali teror itu, juga tetap menindaklanjuti dengan penyisiran termasuk oleh tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. Hasilnya memang nihil.

"Motifnya, pelaku sakit hati ke orang tuanyatidak diberi jatah uang, kemudian pelaku menghubungi layanan 108 menanyakan nomor telepon Java Mal (resepsionis) setelah itu dihubungi," lanjutnya.

Pelaku dijerat Pasal 6 Undang-Undang nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme dan atau Pasal 29 junto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Ancaman hukumannya maksimal 20tahun penjara. Barang buktinya, sebuah ponsel dan sim card.
Informasi yang didapat dari keterangan isteri korban, pelaku memang sudah lama mengalami gangguan jiwa dan sekarang dalam rawat jalan.

Buktinya surat rawat jalan. Untuk ini, polisi akan meminta keterangan medis maupun melakukan pemeriksaan psikologis.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidan main-main, menyalahgunakan pemakaian handphone," kata Abiyoso.

Sementara pelaku mengaku khilaf dengan aksi itu. Dia mengaku pernah tinggal di Jalan Durian, Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, alias kompleks belakang Java Mal.

Senin, 15 Februari 2016

Nay, Sang Teratai

Nay, Sang Teratai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seseorang mengguncang tubuhku. “Yash! Bangun!”
Aku menggeliat, menepis tangan yang mengguncangku itu sambil masih terpejam. Mataku masih berat untuk dibuka, kantuk masih menguasaiku.
“Yash! Aku mau bicara penting, nih.. Bangun!” tangan itu mengguncang tubuhku lagi. Suara Nay sepertinya. Dengan malas terpaksa kubuka mataku.
“Kenapa Nay?” sahutku serak akibat bangun tidur. Nay adalah sahabatku, sekaligus teman satu kos dan satu fakultas.
“Aku mau berhenti kuliah.”
APA? Sisa-sisa kantukku segera hilang. Aku langsung bangun terduduk di atas kasur. Menatap Nay lekat-lekat. Aku memang sering menjadi tempat Nay berkeluh kesah tentang dana kuliah dan biaya hidup. Aku tahu bagaimana sulitnya dia bertahan untuk tetap melanjutkan pendidikan strata satunya, tapi aku tidak pernah menyangka dia akan menyerah sekarang. Saat kami baru selesai dari program Kuliah Kerja Nyata dan tinggal menulis skripsi untuk menuntaskan pendidikan bachelor kami. Kecuali memang ada hal yang sangat genting yang memaksanya untuk itu, kecuali keadaannya sudah tidak tertolong lagi.
“Kamu serius?!” tanyaku setengah melotot. Nay mengangguk. “Aku sudah nggak punya biaya lagi, Yash. Aku ke sini hanya mau pamit ke kamu..” katanya.
... baca selengkapnya di Nay, Sang Teratai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 13 Februari 2016

Jejak Terakhir

Jejak Terakhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Desember 1979, aku lupa tanggal dan hari tersebut. Yang kutahu hari itu menjadi hari yang cukup tenang untuk menikmati rumah baru keluargaku sebelum sisa-sisa kolonial Belanda menghabiskan segalanya yang ku punya, menyapu bersih kehidupan di desa sukaharjo, di desa kecil di jawa tangah.
“Kak, ada apa ini?” tanya ku kepada kakak tunggal ku, Hamid.
“Ssssttt!” jawabnya, dengan sebuah isyarat untuk diam.
“Hamid, Hamzah! cepat pergi dari rumah ini, lewat pintu belakang! Dan tak usah kembali!” perintah Ibu dengan wajah cemas dan kebingungan.
“Tapi bu?” tanya ku dengan bimbang.
Belum sempat menjawab pertanyaan ku, Kak Hamid menarik tangan ku yang kala itu tak mau meninggalkan kedua orangtuaku.
“Sebentar kak! Aku pikir kita perlu ini.” sepasang senjata tradisional, ku ambil dari dapur rumah.

Akhirnya kami berdua pergi meninggalkan rumah. Tak disangka beberapa prajurit Belanda Kolonial mengejar kami berdua, dengan spontan langkah seribu kami kerahkan untuk menghindari sergapan prajurit Belanda Kolonial. Sudah lumayan lama kami berdua berlari, tiba-tiba kaki kak Hamid berhenti di sela-sela pepohonan.
“Zah, kita harus berpe
... baca selengkapnya di Jejak Terakhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

loading...
 

PANGKALANGRUP Copyright © 2009 siska dewi is Designed by wawan Blogger Template for Ipietoon